SURAT PENGGELEDAHAN BOCOR

Abraham Samad: Ada Upaya Mendiskreditkan KPK

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Rabu, 25 September 2013, 13:32 WIB
Abraham Samad: Ada Upaya Mendiskreditkan KPK
abraham samad/net
Kecil Besar
rmol news logo Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Abraham Samad menilai wajar insiden bocornya surat Nomor R-1146/20-2/09/2013 tertanggal 11 September 2013 tentang permintaan penggeledahan rumah milik Anggota DPR Olly Dondokambey yang juga Bendahara Umum PDI Perjuangan di Manado, Sulawesi Utara (Sulut).

Menurutnya, dalam memerangi korupsi akan memunculkan musuh-musuh perlawanan baru. Bocornya surat itu, juga merupakan bukti bahwa terjadi konsolidasi orang-orang yang tidak senang dengan pemberantasan korupsi yang gencar dilakukan KPK.

"Itu salah satu upaya untuk mendiskreditkan KPK," kata Samad di kantor Kemenkumham, Jakarta, Rabu (25/9).

"Oleh karena itu hal ini harus diantisipasi sesegera mungkin. Tapi yang penting bahwa ini jadi sulit untuk kita memastikan bahwa tidak lagi terjadi hal-hal yang seperti ini," sambung dia.

KPK sendiri saat ini tengah melakukan koordinasi dengan pengadilan setempat terkait beredarnya surat itu dikalangan media mulai Senin (23/9) malam. Meski begitu, penggeledahan tetap dilakukan oleh tim KPK di rumah Olly di Jalan Reko Bawah, Desa Kolongan, Kecamatan Kalawat, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara. Penggeledahan yang kabarnya dimulai sejak pagi tadi itu masih berlangsung sampai saat ini.

Ketua KPK, Abraham Samad dalam pemberitaan sebelumnya juga tak menampik bahwa penggeledahan dilakukan karena ada dokumen penting di kediaman Olly terkait korupsi pada proyek yang nilainya mencapai Rp 2,5 trilliun tersebut. [rus]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA