Mereka diantaranya, Rully Chairul Azwar, Mahyuddin, Herry Ahmadi, Angelina Sondakh, Wayan Koster, Kahar Mudzakir, Olly Dondokambey, dan Mirwan Amir. Mereka membantu Anas melalui beberapa proyek di DPR, termasuk proyek pembangunan sport center Hambalang.
"Di Komisi X di pimpinan itu yang aktif betul mengendalikan yang selalu mendealkan berapa persentasenya itu Rully Azwar, Mahyudin, Herry Ahmadi, di pimpinan koordinator anggaran, yang langsung komunikasi dengan banggar besarnya itu Angelina Sondakh, Wayan Koster, Kahar Mudakir. Terus pimpinan banggarnya yang menyetel supaya anggran itu turun ke program Hambalang ada Olly Dondo, Mirwan Amir," kata Nazaruddin di kantor KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan (Kamis, 29/8).
Nazar sendiri tak membantah ikut terlibat. Kata dia, dirinya bertugas sebagai pelaksana. Sementara Anas dan Setya Novanto merupakan pengendali penuh.
"(Uang) dipakai untuk pembiayaan Anas Urbaningrum menjadi calon ketua umum (Demokrat) dan biaya-biaya setelah jadi ketua umum. Niatnya mempersiapkan diri untuk menjadi calon presiden. Biayanya hampir Rp300 miliar lebih," demikian mantan Bendahara Umum Partai Demokrat.
[rus]
BERITA TERKAIT: