Diberitakan
Dailystar, Kamis, 26 Maret 2026, pejabat Israel menyebut Tangsiri menjadi salah satu target utama serangan terbaru di wilayah Iran. Hingga kini, belum ada konfirmasi resmi dari pemerintah Iran maupun militer Israel terkait kabar kematiannya.
Tangsiri dikenal sebagai tokoh strategis IRGC dan bertanggung jawab atas kebijakan penutupan jalur pelayaran Selat Hormuz saat situasi konflik. Ia memulai karier militernya sejak Perang Iran–Irak dan pernah menjabat sebagai komandan brigade angkatan laut.
Selama kariernya, Tangsiri dikenal konsisten mendorong sikap tegas Iran dalam menjaga kendali atas jalur pelayaran strategis tersebut.
Dalam sejumlah pernyataan publik, Tangsiri menegaskan kapal-kapal yang melintas di Selat Hormuz wajib mendapat izin otoritas Iran. Ia beberapa kali memperingatkan kapal perang asing untuk menjauh dari wilayah perairan tersebut.
Pekan lalu, Tangsiri kembali melontarkan ancaman tegas terhadap fasilitas Amerika Serikat di Timur Tengah.
“Fasilitas Amerika di kawasan akan diserang dengan kekuatan penuh,” ujarnya, sembari memperingatkan warga sipil dan pekerja menjauhi lokasi-lokasi yang berpotensi menjadi target.
Ia menegaskan daftar target militer Iran terus diperbarui, termasuk fasilitas minyak yang terkait kepentingan AS.
“Fasilitas minyak yang terkait Amerika kini setara dengan pangkalan militer mereka dan akan menjadi sasaran serangan dengan kekuatan penuh,” tegas Tangsiri.
Sebelumnya pada 2007, ia pernah menyatakan Iran siap menghadapi AS dalam konflik terbuka.
Pada 2013, Tangsiri juga mengeluarkan pernyataan keras terkait hubungan Iran dengan Israel dan AS bahwa kedua negara tersebut bukan sekutu Iran. Meski demikian, kabar kematian Tangsiri belum dikonfirmasi resmi pihak Iran maupun otoritas militer Israel.
BERITA TERKAIT: