Mantan Wakil Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Dino Patti Djalal memandang, serangan terhadap Iran bukan dimaksudkan untuk menghentikan pengembangan senjata nuklir.
Dia menduga, ada tujuan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan juga Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, yaitu mengambil alih penguasaan negara Iran dengan menumbangkan pemerintahan Wilayatul Fakih.
“Catat bahwa ini akan menjadi konflik yang berkepanjangan, karena tujuan dari serangan militer ini kali ini bukan hanya untuk menghentikan kapasitas nuklir Iran, tapi untuk menumbangkan pemerintah di Teheran,” ujar Dino lewat video yang diposting melalui akun X, Minggu, 1 Maret 2026.
Belajar dari pengalaman konflik global, dia meyakini indikasi pengambilalihan pemerintahan Iran oleh AS dan Israel telah nampak tanda-tandanya sejak lama di Iran.
“Segala aksi militer, oposisi politik, mobilisasi massa, upaya agen Mossad di Iran, instrumen sosial ekonomi, dan lain sebagainya akan dikerahkan untuk menumbangkan pemerintah Iran,” urainya.
Kendati begitu, Dino meyakini upaya AS-Israel menumbangkan pemerintahan Republik Islam Iran tidak akan disikapi secara persuasif, tetapi dengan cara yang lebih tegas.
Sebab, dia melihat karakteristik Iran sebagai satu negara tidak sama dengan negara lain yang belakangan bisa dengan mudah diobrak-abrik oleh AS.
“Pada saat yang bersamaan, pemerintah Iran juga tidak akan tinggal diam dan mereka juga akan melakukan segala cara untuk melawan intervensi luar ini. Dan mengingat Iran berbeda dari Venezuela, mempunyai jaringan politik dan militer yang cukup signifikan di beberapa wilayah di luar Iran di Timur Tengah,” tuturnya.
Selain itu, lanjut Dino, tewasnya pemimpin tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei juga akan menyeret pihak-pihak luar dan akan menyebarkan guncangan di luar wilayah Iran.
“Kalaupun pemerintah di Teheran tumbang, dan kemungkinan ini juga ada, maka ini juga tidak otomatis baik secara moral, secara hukum internasional, memberikan pembenaran terhadap aksi militer yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel,” urainya.
“Mengapa? Karena kalau aksi intervensi ugal-ugalan seperti ini dilakukan oleh negara-negara lain dalam konteks yang berbeda juga, maka dunia akan segera terjerumus dalam Perang Dunia Ketiga,” demikian Dino menambahkan.
BERITA TERKAIT: