Setibanya di istana kepresidenan tersebut, Prabowo yang tampak mengenakan setelan jas abu tua dan peci hitam disambut langsung oleh MBZ.
Pertemuan berlangsung di taman terbuka dengan latar pepohonan palem dan cahaya senja khas Abu Dhabi. Delegasi kedua negara duduk berhadapan dalam formasi melingkar, menciptakan ruang dialog yang setara dan terbuka.
Presiden Prabowo didampingi oleh Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Duta Besar RI untuk PEA Judha Nugraha, serta Direktur Utama PT Pindad (Persero) Sigit P. Santosa.
Sementara Presiden MBZ didampingi sejumlah pejabat tinggi PEA, termasuk para penasihat kepresidenan dan menteri terkait sektor energi serta infrastruktur.
Rangkaian pertemuan kemudian berlanjut dengan iftar bersama dalam suasana khidmat dan penuh kebersamaan. Tampak sejumlah sajian makanan khas Timur Tengah tersaji di meja makan.
Momentum Ramadan tersebut semakin memperkuat nuansa persaudaraan antara kedua pemimpin. Presiden RI juga melaksanakan salat magrib berjemaah bersama rombongan, menegaskan kedekatan emosional yang melampaui sekadar hubungan diplomatik formal.
Melalui akun Instagram resminya, @prabowo, Prabowo menyampaikan rasa syukur atas kesempatan berbuka puasa bersama Presiden MBZ di bulan Ramadan 1447 H.
Dalam pertemuan itu, kedua pemimpin juga berbincang mengenai penguatan kerja sama strategis di berbagai bidang antara Indonesia dan UEA.
“Alhamdulillah, di bulan suci Ramadan yang penuh berkah, saya berkesempatan berbuka puasa bersama Presiden Uni Emirat Arab, Yang Mulia Mohammed bin Zayed Al Nahyan. Silaturahmi ini menjadi momentum untuk mempererat persahabatan sekaligus memperkuat kerja sama strategis Indonesia dan UEA demi kesejahteraan rakyat kedua negara,” kata Prabowo.
BERITA TERKAIT: