Kedua pihak menyoroti implementasi Resolusi DK PBB 2803 (2025), termasuk pembentukan Board of Peace dan rencana pengerahan International Stabilization Force (ISF) di Jalur Gaza.
Sugiono menegaskan Indonesia siap memberikan kontribusi nyata dalam menjaga stabilitas kawasan, termasuk membuka peluang pengiriman pasukan penjaga perdamaian.
“Kami siap berkontribusi lebih jauh, termasuk mempersiapkan kemungkinan pengerahan pasukan penjaga perdamaian ke Gaza, yang dapat diawali dengan bantuan kesehatan dan rekonstruksi,” ujar Menlu.
Dia juga menegaskan dukungan konsisten Indonesia terhadap perjuangan rakyat Palestina serta pentingnya memastikan terwujudnya Solusi Dua Negara sebagai jalan keluar konflik berkepanjangan.
Lebih lanjut Menlu Sugiono juga menyampaikan rencana partisipasi Presiden RI Prabowo Subianto dalam forum Board of Peace di Washington D.C. pekan ini bersama sejumlah pemimpin dunia.
“Partisipasi Presiden Indonesia bertujuan memastikan setiap keputusan yang diambil selaras dengan Piagam PBB dan upaya multilateral yang ada, guna membuka jalan bagi perdamaian yang adil dan berkelanjutan,” pungkas Menlu.
Wakil Palestina, Riyad Mansour menyampaikan apresiasi mendalam kepada Menlu. Menurutnya Indonesia memiliki tempat istimewa di hati rakyat Palestina karena hubungan historis yang erat sejak lahirnya Dasasila Bandung pada 1955.
Mansour meyakini Indonesia dapat memainkan peran konstruktif dalam mendukung kedua inisiatif tersebut guna mempercepat terwujudnya perdamaian berkelanjutan.
BERITA TERKAIT: