Mengutip laporan resmi Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI pada Selasa, 17 Februari 2026, kehadiran Menlu Sugiono dalam forum strategis tersebut menegaskan komitmen Indonesia untuk terus memainkan peran aktif dan konstruktif dalam mendorong penyelesaian damai konflik Palestina, sekaligus memperkuat agenda kemanusiaan di kawasan Timur Tengah.
Dikatakan bahwa dalam pertemuan itu, RI akan kembali menyuarakan pentingnya penghentian kekerasan, perlindungan warga sipil, serta percepatan upaya rekonstruksi dan pemulihan Gaza yang terdampak parah akibat konflik berkepanjangan.
Menlu Sugiono juga akan menekankan konsistensi politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif melalui partisipasi dalam Board of Peace.
"Menlu RI juga akan mengangkat mengenai partisipasi Indonesia di Board of Peace, yang merupakan wujud konsistensi politik luar negeri bebas aktif dalam mendukung perdamaian yang adil dan berkelanjutan, sesuai Solusi Dua Negara, serta keberpihakan yang nyata terhadap rakyat Palestina," ungkap laporan Kemlu.
Selain menghadiri sidang DK PBB, Menlu Sugiono dijadwalkan melakukan pertemuan dengan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres serta Wakil Tetap Palestina untuk PBB.
Pertemuan itu akan membahas langkah-langkah konkret ke depan dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina, termasuk undangan kehadiran pada KTT Developing Eight (D-8) yang akan digelar di Jakarta pada April 2026.
Agenda diplomasi Menlu RI di New York juga mencakup pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Inggris Yvette Cooper, selaku Presiden DK PBB untuk bulan Februari 2026, guna memperkuat koordinasi dan dukungan internasional terhadap upaya penyelesaian damai isu Palestina.
BERITA TERKAIT: