Pertemuan yang berlangsung di Ruang Oval itu digambarkan oleh sejumlah pejabat sebagai "tontonan luar biasa", di mana Loomer masuk ke dalam Gedung Putih dengan membawa tumpukan dokumen yang menuduh sejumlah pejabat NSC tidak setia kepada presiden.
Menurut sumber yang mengetahui langsung pertemuan tersebut, Loomer secara terbuka menyerang integritas dan kesetiaan para pejabat NSC.
Presiden Trump sendiri, ketika ditanya mengenai keputusan mendadaknya ini saat berada di atas Air Force One, hanya memberikan pernyataan singkat.
“Terkadang kita melepaskan orang-orang yang tidak kita sukai,” seperti dikutip dari
New York Times pada Jumat, 4 April 2025.
Nama-nama yang dipecat termasuk Brian Walsh (Direktur Senior Intelijen), Maggie Dougherty (Direktur Senior Organisasi Internasional), dan Thomas Boodry (Direktur Senior Urusan Legislatif).
Meskipun demikian, Wakil Penasihat Keamanan Nasional Alex Wong, yang menjadi salah satu target utama Loomer, tidak termasuk dalam daftar pejabat yang diberhentikan.
Michael Waltz, penasihat keamanan nasional yang memimpin NSC, dikabarkan hadir belakangan dalam pertemuan dan sempat membela stafnya.
Namun, seorang pejabat mengatakan bahwa Waltz tampaknya tidak memiliki kuasa untuk melindungi stafnya kali ini.
Kehadiran Loomer, tokoh kontroversial yang dikenal karena pernyataan-pernyataan ekstremnya termasuk klaim bahwa serangan 11 September adalah “pekerjaan orang dalam” menjadi sorotan utama.
Meskipun sejumlah sekutu Trump menganggap Loomer terlalu ekstrem, pengaruhnya terhadap keputusan Trump dalam pertemuan ini tampak nyata.
Dalam pernyataannya di platform sosial X setelah laporan
New York Times muncul, Loomer membenarkan kehadirannya di pertemuan itu, tetapi menolak memberikan detail lebih lanjut.
“Saya tidak akan membocorkan isi percakapan pribadi dengan Presiden,” tulisnya singkat.
Pertemuan yang berlangsung sekitar 30 menit itu juga dihadiri oleh sejumlah tokoh penting di lingkaran dalam Trump, seperti Wakil Presiden J.D. Vance, Kepala Staf Susie Wiles, Kepala Kantor Personalia Sergio Gor, dan Menteri Perdagangan Howard Lutnick.
BERITA TERKAIT: