Selamat Idul Fitri
Selamat Idul Fitri Mobile
Dimensy.id Mobile
Dimensy.id
Apollo Solar Panel

Bahas Perdagangan Narkoba dan Krisis Migran, Delegasi Tingkat Tinggi AS Kunjungi Meksiko

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/alifia-dwi-ramandhita-1'>ALIFIA DWI RAMANDHITA</a>
LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA
  • Kamis, 05 Oktober 2023, 14:13 WIB
Bahas Perdagangan Narkoba dan Krisis Migran, Delegasi Tingkat Tinggi AS Kunjungi Meksiko
Menteri Luar Negeri Meksiko Alicia Barcena, saat melakukan konferensi pers dengan Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken di Departemen Luar Negeri AS, Washington pada 29 September 2023/VOA
rmol news logo Dalam upaya menyelesaikan masalah perdagangan fentanil dan krisis kemanusian di perbatasan selatan, delegasi tingkat tinggi Amerika Serikat melakukan kunjungan ke Meksiko pada Rabu (4/10).

Mengutip laporan dari VOA News, Kamis (5/10), delegasi itu dipimpin oleh Menteri Luar Negeri Antony Blinken, Jaksa Agung Merrick B. Garland, dan Menteri Keamanan Dalam Negeri Alejandro Mayorkas. Mereka dijadwalkan bertemu dengan Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador dan sekretaris Keamanan dan Perlindungan Warga Negara Meksiko Rosa Icela Rodriguez.

Pertemuan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara kedua negara, di mana Washington menuduh kartel narkoba Meksiko telah berkontribusi atas epidemi opioid yang menyebabkan 100.000 kematian setiap tahun di AS.

Narkotika kuat dengan jenis fentanil ini diduga telah diperdagangkan oleh kartel narkoba berbasis di Meksiko melalui perbatasan, yang menjadi salah satu tantangan utama dalam upaya penanggulangan narkoba di AS.

Perbatasan selatan AS juga diketahui terus menghadapi gelombang migran yang melonjak tajam, baik secara ilegal maupun legal dengan mengajukan permohonan suaka. Upaya ini sering melibatkan ribuan orang menggunakan Meksiko sebagai titik awal perjalanan mereka.

Dua permasalahan tersebut telah memicu seruan untuk tindakan lebih agresif, yang membuat delegasi tinggi AS berkunjung ke Meksiko guna mencari solusi bersama untuk mengatasi tantangan tersebut dan menciptakan lingkungan yang lebih aman dan stabil di kawasan.

Kunjungan ini dilakukan setelah Jaksa Agung Garland baru-baru ini mengajukan tuntutan terhadap delapan perusahaan China dan 12 individu atas peran mereka dalam penjualan bahan fentanil ke Meksiko.

Ini merupakan upaya kedua dalam beberapa bulan terakhir AS mengajukan tuntutan semacam ini, dengan Garland menyatakan bahwa AS mengetahui asal-usul rantai pasokan fentanil global yang seringkali dimulai dari perusahaan kimia di China, dan diproduksi di Meksiko.

Hingga Agustus tahun ini, lebih dari 25.500 pon fentanil dikabarkan telah disita oleh badan Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS, hampir dua kali lipat dari jumlah yang disita pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Selain masalah perdagangan narkoba, AS dan Meksiko juga sedang mencari cara untuk bekerja sama dalam mengatasi krisis migrasi manusia. Arus migran ekonomi dan pencari suaka melalui Meksiko menuju perbatasan selatan AS telah mengalami peningkatan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Angka terakhir mencapai 2,4 juta pada 2022, dan diproyeksikan akan terus meningkat pada 2023. rmol news logo article
EDITOR: RENI ERINA

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA