Kabar kehancuran tank tempur tercanggih pertamanya itu muncul pada Jumat (9/6), dengan foto dan video yang beredar di media sosial memperlihatkan kendaraan tempur yang hancur itu ditinggalkan di sebuah jalan.
Seperti dimuat
The Defence Blog, Sabtu (10/6), konvoi Angkatan Bersenjata Ukraina yang membawa Leopard 2A6 dan Leopard 2A4 diduga dihancurkan oleh Rusia, karena terdeteksi oleh pengintaian udaranya.
Menurut Institute for the Study of War, Angkatan Darat Ukraina baru-baru ini melancarkan operasi serangan balasan di bagian barat wilayah Zaporizhzhia pada 7-8 Juni.
Namun tampaknya pasukan Rusia secara doktrinal berhasil mempertahankan diri dan kemungkinan mengambil kembali posisi semula pada tanggal 8 Juni.
Selama kejadian ini, Ukraina dilaporkan telah kehilangan setidaknya 6 kendaraan tempur, termasuk dua tank Leopard yang hancur itu.
"Tidak ada sistem yang diharapkan dapat terus bertahan dalam setiap pertempuran. Namun, pasokan yang berkelanjutan dan penggunaan yang efektif oleh Ukraina kedepannya akan terus mempengaruhi hasil konflik yang lebih luas," kata pengamat Analisis Pertahanan dan Militer di Institut Internasional untuk Studi Strategis, Joseph Dempsey saat menanggapi kehancuran tank Leopard pertama Kyiv itu.
Pertempuran itu sejauh ini masih terus berkecamuk antara pasukan Ukraina dan Rusia di wilayah selatan Zaporizhzhia dan dekat kota Bakhmut di wilayah Donetsk.
BERITA TERKAIT: