Hawaiian Volcano Observatory (HVO) milik USGS mengetahui adanya letusan dari pancaran cahaya yang ada di gambar webcam puncak Kilauea.
Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan, USGS mengungkap letusan pembukaan tersebut bersifat dinamis, namun hingga kini masih aman karena hanya terjadi di sekitar kawah gunung saja.
"Letusan dan aliran lava terbatas pada Halema?uma?u (kawah) dan tingkat bahaya akan terus dipantau," bunyi pernyataan tersebut seperti dimuat
Reuters. Rekaman video USGS menunjukkan lahar mengalir melalui kawah dan dengan semburan besar yang menggelega. Lava yang menyala terang menembus permukaan kawah, lalu menyembur ke udara disertai awan abu.
Kendati demikian, untuk mengantisipasi bencana, USGS akan menaikkan tanda peringatan untuk penerbangan di atas Kilauea dari orange menjadi merah setelah mengevaluasi potensi letusan berikutnya.
Badan Manajemen Darurat Hawaii mengatakan, saat ini belum ada indikasi bahwa daerah berpenduduk terancam. Namun, tetap ada hujan abu ringan di daerah terdekat Puna, Kau dan Kona Selatan.
Warga setempat diimbau untuk mengurangi paparan abu vulkanik dengan tetap berada di dalam rumah atau memakai masker wajah, karena kekhawatiran terbesar adalah tingginya tingkat gas vulkanik.
Terletak di area tertutup Taman Nasional Gunung Api Hawaii, Kilauea adalah salah satu gunung berapi paling aktif di dunia.
Pada tahun 2019, serangkaian gempa bumi dan letusan besar di Kilauea menyebabkan kehancuran ratusan bangunan.
Dalam beberapa tahun belakangan, Kilauea memang beberapa kali mengalami letusan. Erupsi tahun ini dimulai pada sore hari tanggal 5 Januari dan tidak berhenti hingga 7 Maret.
BERITA TERKAIT: