Fugui merupakan duta besar Kepulauan Solomon pertama untuk China sejak Mei 2021. Ia meninggal dunia di Beijing setelah menderita serangan jantung.
Jenazah pria berusia 61 tahun itu kini sedang disiapkan untuk dipulangkan ke kampung halamannya di Solomon.
Menurut jurubicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning, semasa hidupnya Fugui telah memberikan kontribusi positif bagi pengembangan hubungan bilateral dan peningkatan persahabatan antara kedua negara.
Sepanjang masa jabatannya, Fugui berupaya membuka penerbangan langsung antara Honiara dan kota-kota di China, mempromosikan ekspor tuna dan kayu ke China, menarik investor dan pengunjung China, dan mencari kerja sama dalam energi surya.
Wafatnya Fugui telah menambah daftar kematian utusan asing yang menjalankan tugas diplomatiknya di China.
Menurut
The Strait Times, Fugui adalah utusan asing ke lima di China yang meninggal sejak Dubes Ukraina Serhii Kamyshev (65) tutup usia pada Februari 2021 setelah melakukan perjalanan ke lokasi Olimpiade Musim Dingin Beijing.
Dubeas Jerman Jan Hecke (54) meninggal di Beijing pada September 2021, dua minggu setelah bekerja.
Selanjutnya, jurnalis Filipina yang menjadi diplomat Jose Santiago "Chito" Sta. Romana, (74) meninggal pada April 2022 selama karantina wajib di Provinsi Anhui.
Kemudian di tahun yang sama, diikuti oleh kepala misi Myanmar U Myo Thant pada Agustus di Kunming, ibu kota provinsi Yunnan.
BERITA TERKAIT: