Pengumuman itu disampaikan pria berusia 81 tahun, yang telah menjabat di bawah tujuh presiden dimulai dengan Ronald Reagan dalam sebuah pernyataan pada Senin (22/8) waktu setempat.
Ia mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa dirinya akan meninggalkan posisinya sebagai direktur Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular (NIAID), dan sebagai kepala penasihat medis Biden.
Meskipun mundur dari pemerintahan, Fauci mengaku itu bukan akhir dari karirnya.
"Saya tidak pensiun dan mengejar babak berikutnya dalam karir saya," kata Fauci seperti dikutip dari
AFP, Selasa (23/8).
Biden menyampaikan terima kasih yang terdalam kepada Fauci dalam pernyataan Gedung Putih, menambahkan bahwa negara itu lebih kuat, lebih tangguh, dan lebih sehat karena dirinya.
Fauci telah memimpin respons Amerika Serikat terhadap wabah penyakit menular sejak 1980-an, mulai dari HIV/AIDS hingga Covid-19.
Ketika Covid pertama kali menyebar secara global dari China pada tahun 2020, ia menjadi sumber informasi terpercaya yang kredibel, meyakinkan publik dengan sikap tenang dan profesornya selama sering muncul di media.
Tetapi sikap jujurnya terhadap kegagalan awal Amerika untuk mengatasi virus membawa Fauci ke dalam konflik dengan Trump. Gedung Putih pada satu titik melarangnya melakukan wawancara TV dan meluncurkan serangan media terhadapnya.
BERITA TERKAIT: