Mencoba Keluar Dari Belenggu Masa Lalu, J&K Mulai Banyak Pembangunan Untuk Kemajuan Wilayahnya

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/hani-fatunnisa-1'>HANI FATUNNISA</a>
LAPORAN: HANI FATUNNISA
  • Sabtu, 20 Agustus 2022, 13:32 WIB
Mencoba Keluar Dari Belenggu Masa Lalu, J&K Mulai Banyak Pembangunan Untuk Kemajuan Wilayahnya
Srinagar Jammu dan Kashmur/Net
rmol news logo Pencabutan pasal 370 dan 35 A oleh pemerintah India telah menguatkan tekad wilayah Jammu dan Kasmir (J&K) untuk keluar dari masa lalu dan mulai melakukan banyak perubahan serta pembangunan untuk menyongsong kemajuan di masa depan.

Perdana Menteri Narendra Modi mengatakan pembatalan konstitusi tersebut akan mendorong era baru pembangunan dan kemakmuran bagi J&K. Kebijakan tersebut juga merupakan langkah yang baik untuk menciptakan perdamaian di wilayah yang rentan konflik itu.

Seperti dikutip dari Asian Lite pada Rabu (17/8), ekosistem pembangunan mulai dipromosikan di wilayah J&K. Telah ada tujuh universitas kedokteran dan lima universitas keperawatan baru yang disetujui pemerintah untuk meningkatkan kualitas kesehatan di sana.

Beberapa proyek pembangkit listrik tenaga air mulai dibangun untuk mempermudah industri pertanian. Terdapat pula beberapa mekanisme ekonomi baru yang diterapkan seperti One Nation, One Ration Card, Ujjwala, Direct Benefit Scheme (DBT), Saubhagya dan lainnya telah diterapkan 100 persen di wilayah J&K.

Energi listrik telah ada di setiap rumah warga J&K. Perdana Menteri Modi bahkan berencana untuk menyediakan air minum bersih untuk setiap rumah tangga pada tahun 2024. Bahasa Hindi dan Inggris juga telah diresmikan statusnya bersama dengan bahasa Urdu dan Dogri, untuk mempermudah komunikasi pekerja.

Sistem pemilihan panchayat tiga tingkat di J&K selama tiga tahun terakhir dapat berlangsung dengan damai. Semua warga dapat menggunakan hak mereka tanpa diskriminasi apa pun. Pemilihan ini menandai awal baru bagi kemajuan politik di Jammu dan Kashmir.

Peningkatan perdamaian dan keamanan di J&K juga ikut mendorong peningkatan jumlah turis. Industri pariwisata diwilayah tersebut banjir pengunjung,  sehingga pemerintah India mulai membuka 137 puncak gunung Himalaya untuk turis asing, dengan 15 puncaknya berasal dari Jammu, Kashmir, dan Ladakh.

Dari Oktober 2021 hingga Maret 2022, lebih dari 7,9 juta turis mengunjungi J&K.  Pada Desember 2021, jumlah penumpang yang tiba di bandara Srinagar telah melebihi 324 ribu. Promosi pariwisata J&K juga terus dilancarkan melalui penyelenggaraan festival rumah perahu, program Sufi, sastra dan festival lainnya. rmol news logo article
EDITOR: RENI ERINA

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA