Perdana Menteri Narendra Modi mengatakan pembatalan konstitusi tersebut akan mendorong era baru pembangunan dan kemakmuran bagi J&K. Kebijakan tersebut juga merupakan langkah yang baik untuk menciptakan perdamaian di wilayah yang rentan konflik itu.
Seperti dikutip dari
Asian Lite pada Rabu (17/8), ekosistem pembangunan mulai dipromosikan di wilayah J&K. Telah ada tujuh universitas kedokteran dan lima universitas keperawatan baru yang disetujui pemerintah untuk meningkatkan kualitas kesehatan di sana.
Beberapa proyek pembangkit listrik tenaga air mulai dibangun untuk mempermudah industri pertanian. Terdapat pula beberapa mekanisme ekonomi baru yang diterapkan seperti One Nation, One Ration Card, Ujjwala, Direct Benefit Scheme (DBT), Saubhagya dan lainnya telah diterapkan 100 persen di wilayah J&K.
Energi listrik telah ada di setiap rumah warga J&K. Perdana Menteri Modi bahkan berencana untuk menyediakan air minum bersih untuk setiap rumah tangga pada tahun 2024. Bahasa Hindi dan Inggris juga telah diresmikan statusnya bersama dengan bahasa Urdu dan Dogri, untuk mempermudah komunikasi pekerja.
Sistem pemilihan panchayat tiga tingkat di J&K selama tiga tahun terakhir dapat berlangsung dengan damai. Semua warga dapat menggunakan hak mereka tanpa diskriminasi apa pun. Pemilihan ini menandai awal baru bagi kemajuan politik di Jammu dan Kashmir.
Peningkatan perdamaian dan keamanan di J&K juga ikut mendorong peningkatan jumlah turis. Industri pariwisata diwilayah tersebut banjir pengunjung, sehingga pemerintah India mulai membuka 137 puncak gunung Himalaya untuk turis asing, dengan 15 puncaknya berasal dari Jammu, Kashmir, dan Ladakh.
Dari Oktober 2021 hingga Maret 2022, lebih dari 7,9 juta turis mengunjungi J&K. Pada Desember 2021, jumlah penumpang yang tiba di bandara Srinagar telah melebihi 324 ribu. Promosi pariwisata J&K juga terus dilancarkan melalui penyelenggaraan festival rumah perahu, program Sufi, sastra dan festival lainnya.
BERITA TERKAIT: