Kongo Usir Juru Bicara Misi Perdamaian PBB Setelah Protes Mematikan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/hani-fatunnisa-1'>HANI FATUNNISA</a>
LAPORAN: HANI FATUNNISA
  • Kamis, 04 Agustus 2022, 07:35 WIB
Kongo Usir Juru Bicara Misi Perdamaian PBB Setelah Protes Mematikan
Menteri Luar Negeri Kongo, Christophe Lutundula/Net
rmol news logo Republik Demokratik Kongo meminta juru bicara misi penjaga perdamaian PBB (MONUSCO) untuk meninggalkan negara itu dan menyalahkannya sebagai pemicu ketegangan dalam protes mamatikan pekan lalu.

Seperti dikutip dari Reuters pada Rabu (3/8), Pemerintah menuduh juru bicara Mathias Gillmann, telah membuat pernyataan tidak sopan dan tidak pantas yang berkontribusi pada ketegangan antara penduduk dan MONUSCO. Namun, jubir Gillmann dan MONUSCO tidak segera menanggapi pernyataan tersebut.

"Pemerintah Kongo menganggap bahwa kehadiran pejabat ini di wilayah nasional tidak mempromosikan iklim saling percaya dan ketenangan antara lembaga-lembaga Kongo dan MONUSCO," kata Menteri Luar Negeri Kongo, Christophe Lutundula pada Kamis (28/7).

Pemerintah Kongo juga mengatakan, minggu ini mereka akan menilai kembali rencana penarikan misi sehubungan dengan protes yang berlangsung dan keputusan tersebut juga didukung MONUSCO.

"Misi MANUSCO sebenarnya akan ditarik pada tahun 2024 sesuai dengan rencana yang dibuat tahun lalu. Tetapi pemerintah sepertinya bertujuan untuk mempercepat kepergiaanya," kata Lutundula.

Tiga puluh enam orang warga sipil, termasuk empat penjaga perdamaian PBB tewas pekan lalu ketika ratusan pengunjuk rasa merusak dan membakar gedung-gedung PBB di beberapa kota di timur Kongo.

Warga sipil menuduh misi perdamaian yang telah aktif selama lebih dari satu dekade, gagal melindungi mereka dari kekerasan milisi yang telah lama menguasai wilayah tersebut. rmol news logo article
EDITOR: RENI ERINA

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA