"Terdapat 225 migran yang ditemukan semalam di sebuah gudang di Jilotepec Meksiko, 194 di antaranya adalah orang Guatemala, 14 orang Honduras, sembilan orang Nikaragua, lima orang Kuba, dan tiga orang El Salvador," ungkap Institut Migrasi Nasional Meksiko (INM).
Seperti dikutip dari
Reuters, pemerintah negara bagian Meksiko dalam sebuah pernyataan terpisah menyatakan bahwa jumlah migran yang ditemukan di gudang itu adalah 248 orang.
Jumlah tersebut berbeda dengan yang dipublikasikan oleh INM. Namun juru bicara INM tidak dapat segera menjelaskan perbedaan antara kedua pernyataan tersebut.
Peningkatan imigrasi tidak berdokumen ke wilayah Amerika Serikat telah membebani Presiden AS Joe Biden menjelang pemilihan legislatif paruh waktu pada November.
Kekhawatiran para migran di perbatasan selatan AS telah melonjak ke tingkat tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: