Pakistan Berharap Bisa Tutupi Kekurangan Sektor Kesehatan Setelah Berdialog dengan AS

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/reni-erina-1'>RENI ERINA</a>
LAPORAN: RENI ERINA
  • Senin, 25 Juli 2022, 09:37 WIB
Pakistan Berharap Bisa Tutupi Kekurangan Sektor Kesehatan Setelah Berdialog dengan AS
Ilustrasi/Net
rmol news logo Delegasi Pakistan yang dipimpin oleh Menteri Kesehatan Qadir Patel telah mencapai kesepakatan dengan Amerika Serikat untuk berpartisipasi dalam dialog kesehatan.

Delegasi telah mengunjungi Washington atas undangan AS dan dialog kesehatan akan dimulai pada hari Senin(25/7).

Dalam dialog ini mereka akan membahas topik seputar kesehatan yang mencakup layanan keamanan kesehatan perbatasan, nutrisi, kesehatan ibu dan peningkatan di CDC dan otoritas pengawas obat.

AS dikabarkan akan membantu Islamabad menyediakan Kementrian Kesehatan Pakistan dengan empat laboratorium modern, transfer teknologi, pelatihan, peningkatan, polio Corona dan vaksin penyakit virus lainnya.

Dengan menyusutnya ekonomi dan meningkatnya inflasi di Pakistan, sekitar 60 obat-obatan esensial, termasuk obat pencegahan bunuh diri, telah menghilang dari pasaran karena lonjakan biaya produksi yang tinggi, mendorong psikiater di negara ini khawatir akan kasus bunuh diri yang tinggi di negara itu.

Qazi Mansoor Dilawar, Ketua Asosiasi Produsen Farmasi Pakistan (PPMA), mengatakan bahwa ketidaktersediaan obat akan terus berlanjut dan khawatir bahwa lebih banyak perusahaan yang berhenti memproduksi beberapa obat lagi di hari-hari mendatang.

Untuk itu mereka berharap banyak pada dialog kesehatan yang akan diselenggarakan esok hari di Washington, agar obat-obat yang berhenti dipasaran bisa dilanjutkan kembali peredarannya. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA