Lavrov: AS dan Inggris Ingin Perang di Ukraina Jadi Konflik Besar antara Rusia dan NATO

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/reni-erina-1'>RENI ERINA</a>
LAPORAN: RENI ERINA
  • Kamis, 21 Juli 2022, 06:28 WIB
Lavrov: AS dan Inggris Ingin Perang di Ukraina Jadi Konflik Besar antara Rusia dan NATO
Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov/Net
rmol news logo Perang di Ukraina bisa menjadi perang yang panjang seperti yang diharapkan Barat. Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menggambarkan kekhawatiran rencana Barat itu dalam sebuah wawancara dengan Sputnik.

Menurutnya, AS dan Inggris ingin meningkatkan konflik Rusia-Ukraina menjadi konfrontasi yang lebih besar antara Moskow dan negara-negara Uni Eropa.

“AS dan Inggris, dengan dukungan dari Jerman, Polandia, dan beberapa negara Baltik,  ingin mengubah perang ini menjadi perang nyata dan memulai konfrontasi antara Rusia dan negara-negara Eropa, ” kata Lavrov.

Barat kerap menciptakan penghalang untuk pembicaraan damai antara Rusia-Ukraina, dan 'menyetir' Kyiv untuk mengikuti keinginannya.

"Barat menjaga Ukraina dari setiap langkah konstruktif menuju penyelesaian damai," ujar Lavrov.

AS dan Inggris bertindak untuk keuntungan mereka sendiri dalam konflik antara Rusia dan Uni Eropa, sementara ekonomi negara anggota menanggung beban sanksi, katanya, menambahkan bahwa AS telah bertindak “tidak bertanggung jawab” dengan memicu ketegangan dengan Rusia.

"Mereka (AS dan Inggris) tidak hanya membanjiri negara dengan senjata, tetapi juga memaksa Ukraina untuk menggunakannya dengan lebih berani," tutup Lavrov.

Pernyataan Lavrov menyusul komentar Presiden Vladimir Putin dalam pertemuan untuk memperingati 100 tahun intelijen ilegal Rusia, yang mengatakan bahwa Barat telah mengeksploitasi konflik di Ukraina untuk mendorong agenda geopolitiknya sendiri. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA