Penuh Peluang, Bangladesh Targetkan 10 Juta Dolar AS Perdagangan dengan Indonesia

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/hani-fatunnisa-1'>HANI FATUNNISA</a>
LAPORAN: HANI FATUNNISA
  • Rabu, 20 Juli 2022, 08:25 WIB
Penuh Peluang, Bangladesh Targetkan 10 Juta Dolar AS Perdagangan dengan Indonesia
Wawancara Kantor Berita Politik RMOL bersama Menteri Luar Negeri Bangladesh AK Abdul Momen di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat pada Senin, 18 Juli 2022/RMOL
rmol news logo Setengah abad sudah Indonesia dan Bangladesh mulai menjalin hubungan diplomatik. Seiring berjalannya waktu, hubungan keduanya semakin erat.

Menteri Luar Negeri Bangladesh AK Abdul Momen bahkan menggambarkan hubungan kedua negara sangat manis. Karena selain menjalin berbagai kerja sama, keduanya terlibat dalam banyak keanggotaan organisasi internasional yang sama, seperti Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), Organisasi Kerja sama Internasional (OKI), hingga Indian Ocean Rim Association (IORA).

"Selama 50 tahun kita membangun hubungan yang baik. Hubungan kita sangat manis, kita bekerja bersama dalam setiap isu internasional," kata Menlu Momen kepada Kantor Berita Politik RMOL ketika ditemui di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Senin malam (18/7).

Di kawasan, Bangladesh juga menjadi mitra ASEAN dalam ASEAN Regional Forum (ARF). Sementara di tataran internasional, Bangladesh dan Indonesia bekerja sama di G77 dan Gerakan Non Blok (GNB).

"Hubungan kita sudah sangat solid. Tapi kita melihat 50 tahun ke depan. Kita ingin kerjasama perdagangan mencapai 2 juta (dolar AS). Tapi itu tidak cukup, kita menargetkan 10 juta (dolar AS)," terangnya.  
Meski dikenal sebagai negara miskin, namun Menlu Momen mengatakan, Bangladesh telah tumbuh dan bangkit. Bangladesh merupakan negara dengan penuh peluang, bahkan saat ini tengah membangun ribuan megaproyek.

Indonesia dan Bangladesh juga memiliki banyak kesamaan. Keduanya mendukung perdamaian.

"Kita juga percaya bahwa stabilitas dan perdamaian dibutuhkan untuk pembangunan negara," tambahnya.

Dalam hal ini, Menlu Momen menyebut kedua negara akan membuka kerja sama pendidikan.

"Ini waktunya bagi kita untuk berkolaborasi dan bekerja bersama untuk meraih kehidupan yang lebih baik," pungkasnya. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA