Hal itu disampaikan selama pertemuan para Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral (FMCBG) G20 yang berakhir pada Sabtu kemarin (16/7), seperti dikutip dari
Xinhua.
"Semua pemimpin keuangan sependapat bahwa masalah krisis pangan ini membutuhkan intervensi serius," kata Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati yang memimpin forum.
Sri Mulyani menegaskan, anggota G20 akan segera memperbaiki arus rantai pasokan pangan melalui kebijakan bersama untuk memfasilitasi distribusi pangan dari sektor produksi ke negara-negara yang membutuhkan.
Bedasarkan penyampaian para delegasi, Sri Mulyani menyimpulkan bahwa ketidakseimbangan pasokan dan permintaan, serta melonjaknya harga komoditas dan energi disebabkan oleh pandemi dan ketegangan geopolitik baru-baru ini.
"Kami semua telah berkomitmen untuk menggunakan semua alat kebijakan kami untuk menjaga stabilitas fiskal jangka panjang," jelasnya.
Selain para menteri keuangan dan gubernur bank sentral dari G20, pertemuan tersebut juga dihadiri oleh pejabat tinggi dari WTO, Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO), Dana Internasional untuk Pembangunan Pertanian (IFAD), IMF, Bank Dunia, dan PBB.
BERITA TERKAIT: