Sejak Moskow meluncurkan invasi ke Ukraina pada 24 Februari lalu, Salvini dilaporkan telah bertemu setidaknya empat kali dengan Duta Besar Rusia di Roma, Sergey Razov.
The Domani Daily menyebut pertemuan tersebut rahasia dan terjadi tanpa sepengetahuan Perdana Menteri Mario Draghi atau Menteri Luar Negeri Luigi Di Maio.
Namun Salvini membantah hal tersebut. Ia berdalih pertemuan tersebut merupakan upayanya untuk bekerja mencapai perdamaian secara terbuka, yaitu mengakhiri perang.
"Saya telah melakukannya dan saya akan terus melakukannya," ujarnya di Twitter pada Rabu (1/6).
Selama beberapa hari terakhir, media Italia mengatakan Salvini berencana mengunjungi Moskow untuk membahas rencana perdamaian.
Tetapi kunjungan tersebut dibatalkan, dan komite parlemen untuk masalah intelijen saat ini masih menyelidiki niat Salvini.
"Kami ingin jawaban, urusan ini tidak bisa berakhir seperti ini," kata Enrico Letta dari Partai Demokrat kiri-tengah, seperti dikutip
Anadolu Agency.
Salvini yang merupakan pemimpin sayap kanan, Partai Liga, juga mendapatkan kritik dari koalisinya, yang masuk ke pemerintahan.
Perdana Menteri Draghi mengatakan pemerintah koalisi besarnya tidak akan terpengaruh oleh hal-hal seperti itu. Ia juga merekomendasikan “transparansi†dalam berurusan dengan kekuatan asing.
BERITA TERKAIT: