Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenbeg membahas upaya tersebut dengan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Anthony Blinken di Washington DC pada Rabu (1/6).
Stoltenberg meyakini perang di Ukraina akan berakhir di meja perundingan. Namun situasi di medan perang akan mempengaruhi proses negosiasi.
"Perang tidak dapat diprediksi. Apa yang kita ketahui adalah bahwa hampir semua perang berakhir pada tahap tertentu di meja perundingan," ujarnya, seperti dikutip
Al Jazeera.
Kendati begitu, ia mengatakan, NATO terus mendukung hak Ukraina untuk membela diri. Dalam upaya perundingan, Ukraina juga perlu memperkuat posisi.
Pernyataan serupa juga turut disampaikan oleh Blinken. Ia mengaku sulit untuk berspekulasi mengenai kapan konflik akan berakhir.
“Apa yang bisa kami katakan adalah apa yang akan kami lakukan untuk memastikan bahwa Ukraina memiliki sarana untuk mempertahankan diri dan memiliki kekuatan terkuat di setiap langkah di sepanjang jalan," jelasnya.
Sejak Rusia meluncurkan invasi ke Ukraina pada 24 Februari, berbagai upaya perundingan telah dilakukan dan berakhir buntu.
BERITA TERKAIT: