Begitu yang dikatakan oleh Direktur Badan Intelijen Pusat AS (CIA) William Burns di acara Financial Times di Washington pada Sabtu (7/5).
“Saya pikir kepemimpinan China melihat dengan sangat hati-hati pada semua ini, pada biaya dan konsekuensi dari setiap upaya untuk menggunakan kekuatan untuk mendapatkan kendali atas Taiwan,†kata Burns, seperti dikutip
Reuters.
Di tengah kemungkinan kegagalan Rusia, China sendiri tampaknya tidak akan mengurungkan niat memberlakukan operasi militer seandainya Taiwan berusaha memerdekakan diri.
Kendati begitu, kegagalan Rusia di Ukraina tentu akan mempengaruhi Beijing, mengingat besarnya biaya akibat perang.
"Saya tidak berpikir bahwa ini telah mengikis tekad Xi dari waktu ke waktu untuk mendapatkan kendali atas Taiwan. Tapi saya pikir itu adalah sesuatu yang mempengaruhi perhitungan mereka tentang bagaimana dan kapan mereka akan melakukannya," jelasnya.
Tetapi Burns mengatakan AS yakin China tidak tenang dengan kerusakan reputasi yang dikaitkan dengan "kebrutalan" tindakan militer Presiden Rusia Vladimir Putin.
“Saya pikir pengalaman pahit, dalam banyak hal, tindakan Putin di Ukraina selama 10 atau 11 minggu terakhir telah menunjukkan bahwa persahabatan sebenarnya memiliki beberapa batasan,†kata Burns.
Sejauh ini, China telah menolak untuk mengutuk perang Rusia di Ukraina dan telah mengkritik sanksi Barat terhadap Moskow.
Beijing dan Moskow mendeklarasikan kemitraan strategis "tanpa batas" beberapa minggu sebelum invasi 24 Februari, dan telah menjalin hubungan energi dan keamanan yang lebih dekat dalam beberapa tahun terakhir untuk melawan AS dan Barat.
BERITA TERKAIT: