Keprihatinan tersebut membuat China mengirim utusan khususnya ke Seoul, Korea Selatan untuk melakukan negosiasi dengan kedua belah pihak.
"Kekhawatiran yang sah dan masuk akal dari semua pihak perlu diakui agar ada penyelesaian politik," kata Perwakilan Khusus China untuk Urusan Semenanjung Korea, Liu Xiaoming ketika tiba di Bandara Seoul pada Minggu malam (1/5).
"Kami meminta semua pihak untuk tetap tenang dan menahan diri. Kami tidak menyetujui tindakan pihak mana pun yang dapat meningkatkan ketegangan," tambahnya.
Liu mengatakan masalah di Semenanjung Korea dapat diselesaikan secara politik dan China akan terus memainkan peran positif.
Namun, kunci untuk menyelesaikan masalah ada di tangan Korea Utara dan Amerika Serikat (AS).
Saat ini, pembicaraan denuklirisasi antara Pyongyang dan Washington telah terhenti. Sementara itu, Korea Utara sudah melakukan serangkaian uji coba pada tahun ini, termasuk rudal balistik antarbenua (ICBM).
Selama kunjungannya ke Korea Selatan, Liu dijadwalkan bertemu dengan utusan nuklir Noh Kyu-duk. Ia juga akan bertemu dengan presiden terpilih, Yoon Suk-yeol.
BERITA TERKAIT: