Dalam sebuah pernyataan pada Kamis (14/4), Menteri Luar Negeri Australia Marise Payne mengatakan di antara 14 perusahaan tersebut, entitas terkait pertahanan seperti pembuat truk Kamaz, dan perusahaan pelayaran SEVMASH dan United Shipbuilding Corp menjadi sasaran sanksi.
Sanksi juga akan diperluas ke perusahaan elektronik Ruselectronics, yang bertanggung jawab atas produksi sekitar 80 persen dari semua komponen elektronik Rusia dan Kereta Api Rusia.
Dengan pengumuman ini, maka Australia telah memberikan sanksi pada total 600 individu dan entitas Rusia. Sebagian besar sektor perbankan Rusia dan semua organisasi yang bertanggung jawab atas utang negara.
Di samping itu, Australia juga telah memasok peralatan pertahanan dan kemanusiaan ke Ukraina. Sementara melarang ekspor bijih alumina dan aluminium, termasuk bauksit, ke Rusia.
Rusia mengatakan pihaknya meluncurkan "operasi militer khusus" di Ukraina dan menyalahkan Ukraina atas kematian warga sipil dan menuduh Kyiv merendahkan angkatan bersenjata Rusia.
BERITA TERKAIT: