Pengakuan tersebut disampaikan oleh jurubicara Presiden Vladimir Putin, Dmitry Peskov dalam sebuah wawancaranya dengan
Sky News pada Kamis (7/4).
Hingga saat ini, Rusia belum memberikan banyak pembaruan mengenai korban pasukannya. Tetapi angka sebelumnya yang dilaporkan oleh Moskow lebih rendah dari perkiraan dari Ukraina dan NATO.
Dalam kesempatan tersebut, Peskov mengklaim Rusia memiliki niat baik untuk menarik diri dari wilayah Chernihiv dan Kyiv di Ukraina.
“Itu adalah tindakan niat baik untuk mengangkat ketegangan dari wilayah tersebut dan menunjukkan bahwa Rusia benar-benar siap untuk menciptakan kondisi yang nyaman untuk melanjutkan negosiasi," ujarnya.
Peskov juga membantah tuduhan kekejaman Rusia di Bucha, di mana ratusan mayat ditemukan setelah Moskow menarik pasukannya.
“Kami menyangkal militer Rusia memiliki keterkaitan dengan kekejaman ini dan mayat-mayat diperlihatkan di jalan-jalan Bucha,†kata Peskov.
Peskov juga menegaskan Rusia memiliki alasan yang sangat serius untuk dipercaya bahwa pemboman sebuah rumah sakit bersalin di Mariupol adalah palsu.
Rusia meluncurkan apa yang mereka sebut sebagai "Operasi Militer Khusus" terhadap Ukraina sejak 24 Februari. Ini membuat lebih dari 4 juta orang meninggalkan Ukraina dan ribuan menjadi korban jiwa.
BERITA TERKAIT: