Langkah India ini dinilai sebagai kritik terhadap keputusan Rusia menginvasi Ukraina. Mengingat India selama ini berusaha untuk tidak secara eksplisit memberikan pernyataan tegas.
"Laporan terbaru tentang pembunuhan warga sipil di Bucha sangat mengganggu. Kami dengan tegas mengutuk pembunuhan ini dan mendukung seruan untuk penyelidikan independen," ujar perwakilan tetap India untuk PBB, T.S. Tirumurti selama pertemuan Dewan Keamanan pada Selasa (5/4).
Dari laporan
Reuters, Tirumurti menyampaikan pidatonya tidak lama setelah Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken melakukan percakapan telepon dengan Menteri Luar Negeri India Subrahmanyam Jaishankar.
AS sendiri telah berulang kali mendesak India untuk mengutuk invasi Rusia ke Ukraina sejak 24 Februari lalu. Sementara India sangat bergantung pada Rusia untuk memenuhi perangkat keras militer.
New Delhi telah berulang kali menyerukan diakhirinya kekerasan di Ukraina, tetapi telah abstain dari berbagai resolusi PBB tentang perang dalam upaya rumit untuk menyeimbangkan hubungannya dengan Moskow dan Barat.
India, yang saat ini menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB, menjamu Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov di New Delhi pekan lalu di mana mereka membahas mempertahankan hubungan perdagangan.
Sekitar 150 hingga 300 mayat dilaporkan dikubur dalam kuburan massal oleh sebuah gereja di Kota Bucha, di mana Ukraina menuduh pasukan Rusia membunuh warga sipil.
Moskow membantah menargetkan warga sipil di Ukraina, menyebut gambar orang mati di Bucha adalah palsu.
BERITA TERKAIT: