Bos JPMorgan, Jamie Dimon pada Senin (4/4) menyebut pihaknya bisa kehilangan sekitar 1 miliar dolar AS. Itu adalah pertama kalinya perusahaan merinci potensi kerugian akibat konflik di Ukraina.
Dimon tidak memberikan rincian tentang jumlah kerugian potensial JPMorgan atau kerangka waktu. Tetapi ia menyatakan keprihatinan atas dampak besar dari invasi Rusia ke Ukraina, seperti dikutip
Reuters.
Bank-bank global telah merinci eksposur mereka ke Rusia dalam beberapa pekan terakhir, tetapi Dimon adalah pemimpin bisnis dunia paling terkenal yang belum mengomentari dampak konflik yang lebih luas.
Dalam surat tahunannya kepada pemegang saham, JPMorgan mendesak pemerintah AS untuk meningkatkan kehadiran militernya di Eropa dan menegaskan kembali seruan untuk mengembangkan rencana untuk memastikan keamanan energi.
Rusia meluncurkan apa yang disebut sebagai operasi militer khusus ke Ukraina pada 24 Februari. Sejauh ini belum ada sinyal konflik akan berakhir segera meski pembicaraan damai terus dilakukan.
BERITA TERKAIT: