Julukan itu muncul ketika Biden menyampaikan pidato bersejarah di Warsawa, Polandia pada Sabtu (26/3), sebulan setelah Rusia memulai invasi ke Ukraina.
Selama Biden berpidato, rudal Rusia dilaporkan menghujani kota Lviv di Ukraina, yang hanya berjarak 40 mil dari perbatasan Polandia. Serangan tersebut membuat sedikitnya lima orang terluka.
“Demi Tuhan, orang ini tidak boleh tetap berkuasa,†kata Biden, seperti dikutip
The Guardian.
Serangan di Lviv kembali menyadarkan bahwa perang berada di ambang pintu Uni Eropa.
“Tidak ada pembenaran atau provokasi untuk pilihan perang Rusia,†tambah Biden.
Beberapa jam sebelumnya, Biden telah bertemu dengan menteri pertahanan dan luar negeri Ukraina untuk pertama kalinya sejak Putin mengumumkan "operasi militer khusus" pada 24 Februari, dan menawarkan dukungan militer tambahan.
Ketika mengunjungi pengungsi Ukraina di Stadion Narodowy pada hari sebelumnya, Biden menyebut Putin sebagai seorang tukang bantai.
"Dia seorang tukang bantai," ucapnya.
BERITA TERKAIT: