Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR), Flippo Grandi mengatakan mereka yang mengungsi pergi ke wilayah yang lebih aman di dalam negeri atau bahkan keluar negeri.
"Di antara tanggung jawab mereka yang berperang, di mana pun di dunia, adalah penderitaan yang diderita warga sipil yang terpaksa meninggalkan rumah mereka," kata Grandi dalam cuitannya di Twitter pada Minggu (20/3).
Lewat cuitan sebelumnya, Grandi menyebut orang-orang terus melarikan diri karena takut dengan bom, serangan udara, dan kehancuran.
"Bantuan sangat penting, tetapi tidak bisa menghentikan rasa takut," tambahnya.
UNHCR mencatat, lebih dari tiga juta pengungsi telah meninggalkan Ukraina seluruhnya sejak invasi dimulai lebih dari tiga minggu lalu, tepatnya 24 Februari.
Lebih dari 1,9 juta pengungsi tersebut telah pergi ke Polandia, sementara yang lain telah melarikan diri ke Rumania, Moldova, Hongaria, dan Slovakia.
Pada Minggu, Wakil Perdana Menteri Ukraina Iryna Vereshchuk mengatakan akan membuka tujuh koridor kemanusiaan agar memberikan jalan yang aman bagi warga sipil untuk meninggalkan daerah garis depan, termasuk mereka yang melarikan diri dari kota Mariupol yang terkepung.
Para pejabat mengatakan bahwa lebih dari 100.000 orang telah dievakuasi dari kota-kota di Ukraina.
BERITA TERKAIT: