Angka tersebut berdasarkan data dari Kantor Komisaris Tinggi Hak Asasi Manusia (OHCHR) yang dirilis pada Sabtu (19/3), seperti dikutip
Anadolu Agency.
Selain itu, OHCHR menyebut ada 1.399 warga sipil lainnya yang terluka sejak Rusia melancarkan invasi ke Ukraina pada 24 Februari lalu.
"OHCHR percaya bahwa angka sebenarnya jauh lebih tinggi, terutama di wilayah yang dikuasai pemerintah, dan terutama dalam beberapa hari terakhir," kata OHCHR.
Kantor itu menyebut sebagian besar korban sipil tewas atau terluka karena penggunaan senjata peledak dengan area dampak yang luas, termasuk penembakan dari artileri berat, sistem roket multi-peluncuran, dan serangan rudal dan udara.
Di beberapa wilayah yang menjadi zona pertempuran aktif diyakini banyak korban yang belum terdata. Zona-zona tersebut termasuk Izyum di Kharkiv, Mariupol, hingga Volnovakha di Donetsk.
Sementara itu, Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) menyebut sudah ada lebih dari 3,32 juta pengungsi Ukraina telah melarikan diri ke negara-negara tetangga.
BERITA TERKAIT: