Menurut penilaian dari Kementerian Pertahanan Inggris, pasukan Rusia terpaksa mengalihkan sejumlah besar pasukannya untuk mempertahankan jalur pasokan, alih-alih melancarkan serangan ofensif.
"Masalah logistik terus melanda invasi Rusia yang mulai goyah ke Ukraina," ujar Kemhan Inggris, seperti dikutip
The Independent.
Beberapa hari terakhir intelijen Barat juga menyebut serangan agresif Rusia di sebagian besar titik di Ukraina telah terhenti.
“Keengganan untuk bermanuver lintas negara, kurangnya kontrol udara dan keterbatasan kemampuan menjembatani mencegah Rusia untuk secara efektif memasok pasukan maju mereka bahkan dengan kebutuhan dasar seperti makanan dan bahan bakar," jelas Kemnhan Inggris.
Sebaliknya, serangan balik Ukraina yang tak henti-hentinya memaksa Rusia untuk mengalihkan sejumlah besar pasukan untuk mempertahankan jalur pasokan mereka sendiri sehingga sangat membatasi potensi ofensif Rusia.â€
Pejabat pertahanan Inggris berulang kali menyebut pihak Rusia terus menderita kerugian besar dalam beberapa hari terakhir.
Sejauh ini, sbagian besar wilayah Ukraina, termasuk semua kota besar, bertahan berada di tangan Ukraina.
Sehari sebelumnya, Kementerian Pertahanan mengatakan Moskow kemungkinan telah mengeluarkan jauh lebih banyak senjata yang diluncurkan dari udara daripada yang direncanakan semula, memaksa pasukan Rusia untuk menggunakan senjata yang lebih tua dan kurang efektif hingga lebih mungkin mengakibatkan korban sipil.
BERITA TERKAIT: