Ditinggalkan NATO, Ukraina Sendirian Hadapi Invasi Putin

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/sarah-meiliana-gunawan-1'>SARAH MEILIANA GUNAWAN</a>
LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN
  • Jumat, 25 Februari 2022, 10:21 WIB
Ditinggalkan NATO, Ukraina Sendirian Hadapi Invasi Putin
Pasukan Ukraina/Net
rmol news logo Ukraina merasa sudah dibiarkan sendirian menghadapi serangan skala penuh Rusia yang sudah menewaskan 137 warganya.

Terlepas dari kecaman-kecaman Eropa terhadap Rusia, Presiden Volodymyr Zelensky mengatakan Ukraina ditinggalkan sendirian untuk bertarung.

"Kami ditinggalkan sendirian untuk membela negara kami. Siapa yang siap bertarung bersama kami? Kami tidak melihat siapa pun. Siapa yang siap memberi Ukraina jaminan keanggotaan NATO? Semua orang takut," ujarnya saat memberikan pidato pada Kamis tengah malam (24/2).

Rusia sendiri meluncurkan invasi skala penuh ke Ukraina pada Kamis (24/2), melancarkan serangan udara di kota-kota dan pangkalan militer.

Sementara itu, selama konferensi pers di Gedung Putih, Presiden Joe Biden mengatakan Amerika Serikat hanya akan campur tangan jika serangan Rusia pindah ke negara-negara NATO.

"Jika dia (Presiden Rusia Vladimir Putin) pindah ke negara-negara NATO, kami akan terlibat. Satu-satunya hal yang saya yakini adalah jika kita tidak menghentikan (dia) sekarang, dia akan berani," kata Biden.

Ketegangan antara Rusia dan Ukraina sendiri berawal dari kemungkinan NATO menerima aksesi Kiev sebagai salah satu anggotanya, yang memicu kemarahan Moskow.

Rusia kemudian mengerahkan lebih dari 150 ribu pasukannya ke dekat perbatasan Ukraina. Putin kemudian mengakui Donetsk dan Luhansk sebagai negara yang merdeka. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA