Militer Israel mengaku telah menyerang pertahanan udara Suriah pada Rabu (9/2), sebagai tanggapan atas rudal anti-pesawat yang luncurkan dari wilayah Suriah.
Komando Angkatan Bersenjata Suriah menyebut serangan itu membuat satu tentara tewas, dengan lima lainnya terluka.
Dalam sebuah pernyataan yang dikutip
ANI News, Kementerian Luar Negeri Suriah mengutuk agresi tersebut. Kementerian menyebut serangan tersebut telah melanggar hukum inttrnasional dan Piagam Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB).
"Republik Arab Suriah dengan tegas mengutuk agresi pengecut Israel terhadap wilayah Suriah yang dilakukan pada Rabu pagi," kata kementerian.
"(Suriah) menunjukkan bahwa serangan ini akan berdampak negatif pada mereka yang melakukannya dan memberanikan mereka. Suriah memiliki hak untuk menggunakan semua cara hukum untuk menanggapi mereka," tambah kementerian.
Dari waktu ke waktu, Israel melakukan serangan terhadap Suriah dengan mengatakan operasinya ditujukan untuk melawan kehadiran militer Iran di negara tersebut.
BERITA TERKAIT: