Jenderal AS: Invasi Rusia ke Ukraina Bisa Memicu Ketidakstabilan Timur Tengah

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/sarah-meiliana-gunawan-1'>SARAH MEILIANA GUNAWAN</a>
LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN
  • Rabu, 09 Februari 2022, 09:33 WIB
Jenderal AS: Invasi Rusia ke Ukraina Bisa Memicu Ketidakstabilan Timur Tengah
Jenderal Angkatan Darat Amerika Serikat (AS), Letjen Erik Kurilla/Net
rmol news logo Invasi Rusia ke Ukraina bisa menyebabkan ketidakstabilan yang meluas, hingga ke Timur Tengah, termasuk Suriah.

Begitu peringatan yang disampaikan oleh Jenderal Angkatan Darat Amerika Serikat (AS), Letjen Erik Kurilla kepada Komite Angkatan Bersenjata Senat pada Selasa (8/2).

Selain itu, ia mengatakan, China sedang memperluas kekuatan dan pengeluarannya di wilayah Komando Pusat, termasuk di negara-negara yang dibutuhkan oleh AS untuk mengumpulkan intelijen tentang kegiatan ekstremis di Afghanistan.

“AS menghadapi era baru persaingan strategis dengan China dan Rusia yang tidak terbatas pada satu wilayah geografis dan meluas ke wilayah tanggung jawab (Komando Pusat),” kata Kurilla, seperti dikutip Associated Press.

"Karena AS secara tepat memprioritaskan persaingan dengan China, kita harus tetap terlibat di Timur Tengah dan Asia Tengah dan Selatan," tambahnya.

Ditanya tentang potensi dampak di Timur Tengah dari potensi invasi Rusia ke Ukraina, Kurilla mengatakan dia yakin itu bisa meluas ke Suriah, di mana Rusia sudah memiliki pangkalan militer dan pasukan.

“Jika Rusia menyerang Ukraina, mereka tidak akan ragu untuk bertindak sebagai spoiler di Suriah juga,” ujar Kurilla. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA