Kunjungan Orban ke Moskow mendapat kritikan keras dari Uni Eropa, namun Orban sendiri menggambarkan perjalanan itu sebagai misi penjaga perdamaian di tengah ketegangan dengan Barat atas Ukraina, seperti dilaporkan
The Moscow Time..
Hubungan antara Rusia dan Barat mungkin berada dalam kondisi terburuknya sejak sebelum runtuhnya Uni Soviet.
Politico dalam artukelnya pasa Selasa (1/2) menulis, hanya ada 'senyum dan persahabatan anak-anak nakal' yang terlihat saat Putin dan Orbán bertemu di hari itu.
Kedua pemimpin telah lama bersahabat erat. Namun, jarak sosial karena pandemi telah menghalangi jabatan erat dan pelukan hangat yang biasa mereka lakukan dulu. Sebaliknya, kedua pemimpin itu duduk di kursi dengan meja panjang yang membuat keduanya nampak berjauhan.
“Ini adalah pertemuan ke-12 kami. Ini sangat jarang terjadi,†kata Orbán. Ia mengatakan bahwa antara dirinya dan Putin memiliki ingatan terpanjang tentang hubungan Uni Eropa dan Rusia.
Mengenai gas, Orban menegaskan bahwa ia ingin meningkatkan impor gas dari Rusia.
"Saya ingin mencapai tujuan meningkatkan volume pemasok dalam pertemuan kita hari ini," kata Orban kepada Putin di awal pembicaraan.
Ia kemudian menjanjikan kerja sama dengan Moskow untuk tahun-tahun yang akan datang. Dia juga mengatakan bahwa masalah di pasar gas Eropa dapat muncul kembali di masa depan tetapi Hongaria terlindung dari masalah tersebut berkat kesepakatan jangka panjang dengan Rusia.
Pada September 2021, perusahaan gas Rusia, Gazprom telah menandatangani kontrak pasokan gas 15 tahun dengan Hongaria, yang kemudian memicu kemarahan dari Ukraina.
Budapest saat itu mengumumkan bahwa telah mengkonfirmasi kesepakatan 4,5 miliar meter kubik gas alam dari Rusia setiap tahun hingga 2036, melalui rute transit di Austria dan Serbia, melalui pipa TurkStream baru yang mengalir di bawah Laut Hitam.
BERITA TERKAIT: