Kendati begitu, Perdana Menteri Bhutan Lotay Tshering mengatakan, perlu banyak hal yang dilakukan untuk mengatasi pandemi.
Lewat unggahan di Facebook pada Sabtu (29/1), ia mengaku sangat terluka ketika ada satu nyawa lagi yang hilang karena Covid-19.
"Rasanya seperti terkena peluru mengetahui bahwa satu nyawa lagi yang berharga mati karena Covid-19. Saya berduka dengan bangsa dan terus memanjatkan doa untuk teman tersayang kita," kata Tshering, seperti dikutip
Al Jazeera.
Tshering merupakan seorang dokter. Di tengah tekanan sebagai perdana menteri, ia masih melakukan operasi pada akhir pekan sebagai penghilang stres.
Sepperti sebagian besar negara lainnya, Bhutan mengalami lonjakan infeksi Covid-19 yang didorong oleh varian Omicron yang sangat menular.
Pada Jumat (28/1), Bhutan mencatat 205 kasus baru Covid-19, atau rekor tertinggi sejak awal pandemi. Totalnya, Bhutan hanya memiliki kurang dari 5.000 kasus Covid-19.
Sementara negara tetangganya, India, sudah melaporkan 41 juta kasus Covid-19 dengan hampir 500 ribu kematian.
BERITA TERKAIT: