Untuk itu Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (PPMI) Jeddah bersama dengan Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) Riyadh, serta Kelompok Belajar (Pokjar) Madinah menggelar webinar bertajuk "Peluang Beasiswa Pendidikan Sarjana (S1) Bidang Sains & Teknologi di Perguruan Tinggi Arab Saudi" pada Sabtu (29/1).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh lebih dari 500 siswa dan siswi SMA, baik di dalam maupun luar Indonesia.
Lima narasumber, termasuk Atdikbud KBRI Riyadh, Badrus Sholeh turut menyampaikan pembahasan seputar pendidikan di Arab Saudi.
Lewat sambutannya, Badrus menjelaskan perubahan kebijakan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Arab Saudi yang sekarang tidak hanya memberikan beasiswa untuk mempelajari ilmu agama, tetapi juga untuk ilmu sains dan teknologi.
Ia juga menyampaikan berbagai peluang kerjasama antara universitas di Indonesia dengan universitas yang ada di Arab Saudi.
“Alhamdulillah Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dan Universitas Gadjah Mada (UGM) telah menjalin kerja sama dengan King Fahd University of Petroleum and Minerals (KFUPM)," kata Badrus, seperti dalam keterangan yang diterima redaksi.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi dari Guru Besar Fakultas Komputer dan Teknologi King Abdulaziz University Anton Satria Prabuwono terkait profil dan kualitas pendidikan di Arab Saudi khususnya di bidang sains dan teknologi.
Setelah itu pemaparan dilanjutkan oleh Guru Besar Fakultas Teknik Unaizah University Noor Maricar.
Dua mahasiswa, yaitu mahasiswa S1 Fakultas Teknik di Islamic University of Madinah Tyandwi Dzulkifli Hanief dan mahasiswa S1 Fakultas Komputer dan Teknologi Informasi di King Abdulaziz University Afiq Ijal Ikhtiari Sigarra juga berbagi pengalamannya dalam acara tersebut.
BERITA TERKAIT: