Begitu kata pejabat Israel mengomentari pengumuman Presiden Recep Tayyip Erdogan bahwa Presiden Israel Isaac Herzog akan mengunjungi Turki.
Dalam pengumumannya pada Rabu (27/1), Erdogan mengatakan kunjungan tersebut akan membuka babak baru dalam hubungan antara Turki dan Israel.
Sebuah laporan media menyebut, kunjungan Herzog ke Turki pada Februari itu lebih berkaitan dengan kepentingan gas dan keuangan Ankara.
"Jika seorang pemimpin negara Muslim penting seperti Turki menjangkau Israel, tidak ada pilihan selain memberikan jawaban positif," kata seorang pejabat senior Israel kepada
Axios.
Lewat laporan tersebut, badan intelijen Israel, Shin Bet menyebut setiap proses normalisasi harus mencakup pembatasan aktivitas Hamas di Turki. Alih-alih Erdogan melakukan strategi "duplikat".
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: