Utusan PBB untuk Afghanistan Deborah Lyons mengatakan komitmen tersebut termasuk menegakkan hak asasi manusia, dan mengaspirasi minoritas.
"Yang saya maksud dengan 'jalur' adalah serangkaian komitmen yang jelas dan dipahami bersama, dengan hak asasi manusia di garis depan, yang bisa membuat Afghanistan bergabung kembali dengan komunitas internasional," kata Lyons pada Rabu (26/1), seperti dikutip
ANI News.
Lewat pernyataan kepada Dewan Keamanan PBB, Lyons mengatakan Taliban memang telah membentuk pemerintahan efektif, namun belum membentuk pemerintahan yang inklusif.
Lyons juga menyatakan keprihatinan atas gadis-gadis Afghanistan yang tidak bersekolah di Afghanistan.
"Tidak ada warga Afghanistan yang harus hidup dalam ketakutan akan ketukan di pintu mereka di malam hari dan tidak ada keluarga yang harus dibiarkan bertanya-tanya tentang keberadaan dan nasib orang yang mereka cintai," ucapnya.
BERITA TERKAIT: