Menurut keterangan dari Wakil Walikota Yerzhan Babakumarov pada Minggu (9/1), Sagintayev mendapatkan ancaman selama kerusuhan pada 5 Januari.
"Bakytzhan Sagintayev mendapat kecaman dari teroris di Almaty, perusuh mencoba membunuhnya," kata Babakumarov dalam sebuah pernyataan yang diterbitkan di Telegram.
Portal berita lokal juga menyabut upaya pembunuhan terhadap walikota telah menewaskan pengemudi dan beberapa orang terluka.
Kekacauan yang melanda Kazakhstan terjadi pada pekan lalu, di tengah aksi protes besar-besaran yang dipicu kenaikan harga LPG.
Terlepas dari upaya pemerintah untuk meredam ketidakpuasan dan janji untuk menurunkan harga, protes berubah menjadi kekerasan dan berujung bentrokan dengan aparat penegak hukum di beberapa daerah, termasuk Almaty yang merupakan bekas ibukota.
Pemerintah menyatakan keadaan darurat hingga 19 Januari. Presiden Kassym-Jomart Tokayev meminta bantuan Organisasi Perjanjian Keamanan Kolektif (CSTO) untuk mengirim pasukan penjaga perdamaian ke Kazakhstan.
BERITA TERKAIT: