Negara komunis di Asia Tenggara itu telah lama mengukir kisah sukses di antara ekonomi negara-negara Asia lainnya, di mana mereka berhasil mencatat pertumbuhan 7 persen pada 2019.
Tetapi semua berubah ketika virus corona datang dan menyebabkan penutupan yang berimbas pada sektor ekspor yang menjadi andalan mereka, menyebabkan pertumbuhan PDB jatuh ke 2,91 persen pada 2020 - terendah yang dilaporkan dalam tiga dekade.
Kantor Statistik Umum (GSO) di Hanoi mengatakan pertumbuhan kuartal keempat berada di 5,22 persen, tetapi angka tahunan terseret oleh kontraksi 6,02 persen pada kuartal ketiga.
“Situasi rumit pandemi Covid-19 sejak akhir April berdampak serius pada kegiatan komersial dan jasa ... menurunkan pertumbuhan sektor jasa dan ekonomi secara keseluruhan,†kata GSO dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari Bangkok Post.
Setidaknya selama tiga bulan, hampir seluruh negara terkunci total, dengan dampak besar pada produksi, rantai pasokan, dan bisnis.
Kepala GSO Nguyen Thi Huong memberikan kesan optimis, mengatakan bahwa mencapai pertumbuhan sederhana sekalipun dalam keadaan sulit seperti itu adalah ‘keberhasilan besar’ dalam pernyataan yang dilaporkan oleh media pemerintah.
Saat ini Vietnam sedang mencoba untuk membuka kembali negara mereka dengan beralih dari kebijakan ketat nol-covid.
Tercatat sudah sekitar 88 persen orang dewasa di Vietnam telah divaksinasi penuh, kata kementerian kesehatan negara itu.
BERITA TERKAIT: