Pihak berwenang mengatakan, Perdana Menteri Negara Bagian Michael Kretschmer mendapat ancaman keras dari kelompok anti-Vaksin, mendorong aparat segera mengerahkan tim-nya sebagai upaya keamanan.
Tindakan pengamanan dilakukan atas kekhawatiran bahwa kelompok itu memiliki senjata api.
Investigasi dibuka setelah jurnalis dari penyiar publik ZDF mencoba menjelajah obrolan di Telegram terenkripsi dan melaporkan pada 7 Desember bahwa ada ancaman pembunuhan yang diduga dikeluarkan terhadap Kretschmer.
ZDF mengungkapkan, dari hasil penjelajahan obrolan, ditemukan bahwa rencana pembunuhan tersebut melibatkan seratus anggota grup yang tergabung dalam kelompok anti vaksin.
Dalam salah satu pesannya, ditemukan nada ancaman, di mana bila ada yang melawan kelompok itu maka mereka tidak segan-segan mengeluarkan senjata api.
Berdasarkan temuan itu, pihak berwenang mencurigai "adanya persiapan kejahatan kekerasan yang mengancam negara".
Sebuah gerakan besar telah muncul di Jerman terhadap pembatasan kesehatan yang diberlakukan selama pandemi Covid-19.
Ini sangat kuat di Saxony, di bekas Jerman Timur, salah satu daerah yang paling parah dilanda virus corona yang bangkit kembali dan di mana tingkat vaksinasi lebih rendah dari rata-rata nasional.
BERITA TERKAIT: