Aparat keamanan kedua Guatemala dan Meksiko telah menyekapati kerjasama untuk memberikan tindakan pada jaringan internasional terkait penyelundupan orang, yang diduga menjadi pelaku pembunuhan beberapa migran Guatemala pada Kamis (9/12).
Untuk memuluskan langkah itu, kedua negara telah membentuk kelompok yang diberi nama "action group".
Menteri Luar Negeri Meksiko, Marcelo Evlad, mengatakan group itu diharapkan menjadi langkah pertama untuk memerangi jaringan penyelundupan manusia. Pembentukan group itu sendiri mendapat dukungan dari Republik Dominika, Ekuador, Guatemala, Honduras, Meksiko, Nikaragua dan Amerika Serikat.
Nantinya kelompok itu akan melakukan penyelidikan, mengidentifikasi, mempelajari, dan mengadili para pemimpin organisasi yang bertanggung jawab atas tragedi kemanusiaan.
Mereka telah mengundang Amerika Serikat untuk ikut mendukung apa yang sudah mereka langkah tersebut.
“Kami mengundang Pemerintah AS untuk ikut mendukung langkah ini, serta berpartisipasi dalam pembangunan dan investasi di negara kami dan negara tetangga, untuk memastikan bahwa tragedi ini tidak terulang,†ujar Evlad, seperti dikutip dari
Reuters, Sabtu (11/12).
Hal senada juga diungkapkan Menteri Luar Negeri Guatemala Pedro Brolo yang mendesak agar AS berinvestasi untuk mengentaskan kemiskinan di kawasan itu.
Ada ribuan orang Guatemala dan Mexico yang berusaha melarikan diri agar terlepas dari kemiskinan dan kekerasan. Mereka melakukan perjalanan ke Meksiko untuk mencapai perbatasan dengan Amerika Serikat secara ilegal.
BERITA TERKAIT: