Dalam sebuah pernyataan Murphy mengatakan informasi dari Afrika Selatan menunjukkan tidak ada tingkat rawat inap yang tinggi atau penyakit serius akibat varian yang telah menyebar di banyak negara itu.
"Kami masih mempelajari varian Omicron," katanya, seperti dikutip dari
9News, Jumat (10/12).
"Kami tidak tahu bagaimana itu akan menyebar di Australia, tetapi kami tahu itu ada di sini, dan kemungkinan akan menyebar," ujarnya.
Murphy mengatakan yang diperlukan saat ini adalah penelitian yang mendalam atas varian tersebut, seraya menyerukan suntikan booster sebagai pencegahan.
"Kita tidak perlu panik, kita hanya perlu mempelajarinya lebih dalam, dan yang terpenting, pastikan kita mendapatkan booster," Profesor Murphy.
"Apa yang telah kita lihat di seluruh negeri ini sekarang adalah tingkat rawat inap yang sangat rendah dan penyakit parah pada populasi yang divaksinasi," ujarnya.
"Covid ringan sangat berbeda dengan Covid serius," kata dia lagi.
Sejauh ini, kasus Omicron telah muncul di New South Wales, Queensland dan Victoria.
Sementara Perdana Menteri Scott Morrison mengatakan pemerintah bersedia untuk membuka kembali perbatasannya pada 15 Desember.
Dia mengatakan "jeda" dalam perjalanan memungkinkan pemahaman yang lebih besar tentang varian Omicron.
"Kami masih menerima saran untuk itu," katanya.
BERITA TERKAIT: