Tom Fowdy, penulis asal Inggris yang juga analis politik dan hubungan internasional dengan fokus utama di Asia Timur, mengatakan apa yang dilakukan AS akan berakhir dengan kesia-siaan.
"Boikot diplomatik Amerika terhadap Olimpiade Beijing, meskipun praktis merupakan protes yang hampir tidak ada gunanya, hanya akan menginspirasi China untuk membuat Olimpiade Musim Dingin 2022 menjadi sukses yang lebih besar," katanya dalam komentar yang dimuat
Russian Today, Selasa (7/12).
Dengan boikot tersebut artinya AS tidak akan mengirim perwakilan resmi ke Beijing, sementara para atlet masih bisa mengikuti pertandingan.
Fowdy mengatakan bahwa inti dari Olimpiade adalah kompetisi, tetapi sekarang ada satu lagi yang dimainkan, yaitu kompetisi antara AS dan China untuk prestise global.
"China berusaha untuk menampilkan acara tersebut, dengan Beijing menjadi satu-satunya kota yang menjadi tuan rumah Olimpiade musim panas dan musim dingin, sebagai pembenaran atas perkembangan pesat mereka, peningkatan status global dan pencapaian nasional mereka," kata Fowdy.
"AS, di sisi lain, sekarang melihat menyabotase upaya ini sebagai bagian dari kampanye yang lebih luas untuk mencoba dan menggagalkan kebangkitan China, berusaha untuk menetapkan norma, aturan, dan standar internasional sejalan dengan apa yang Washington ingin agar Beijing tunduk," katanya.
BERITA TERKAIT: