Wali Kota Bamkasss, Moulaye Guindo, mengatakan bahwa bus itu diserang oleh orang-orang bersenjata tak dikenal saat melakukan perjalanan rutin dari desa Songho ke pasar di Bandiagara yang berjarak lenih kurang .
"Orang-orang bersenjata menembaki kendaraan, menggembosi ban, dan menembak orang-orang," kata Guindo, seperti dikutip dari
Reuters, Sabtu (4/12).
Dia dan pejabat lokal lainnya, yang berbicara dengan syarat anonim, mengatakan sedikitnya 31 dipastikan tewas dengan lebih banyak lagi yang terluka atau hilang.
Desa-desa tersebut berada di jantung wilayah Mopti, pusat kekerasan di Mali yang dipicu oleh pemberontak yang terkait dengan Al Qaeda dan Negara Islam.
Gambar-gambar yang beredar di media sosial menunjukkan kerangka bus penumpang yang dipenuhi mayat, masih membara di kursi mereka. Belum jelas apakah gambar tersebut benar dari tempat kejadian.
Serangan jihadis telah melonjak di seluruh wilayah Sahel Afrika, menewaskan ribuan orang dan menggusur jutaan orang di Mali, Burkina Faso dan Niger.
BERITA TERKAIT: