
Amerika Serikat akan melakukan peninjauan terkait serangan udara AS di Suriah yang menewaskan puluhan wanita dan anak-anak pada Maret 2019. Peninjauan itu untuk melihat sejauh mana peristiwa itu terjadi, berapa banyak korban sipil sesungguhnya dan apakah serangan itu melanggar hukum perang.
Sekretaris pers Pentagon John Kirby mengatakan pada Senin (29/11) bahwa Menteri Pertahanan Lloyd Austin telah memerintahkan peninjauan tersebut dan menunjuk Komandan Pasukan Angkatan Darat AS, Jenderal Michael Garrett untuk melaksanakan tugas itu.
"Garrett akan memiliki waktu 90 hari untuk menyelesaikan penyelidikannya, mencakup penentuan apakah langkah-langkah pertanggungjawaban harus diambil terhadap mereka yang terlibat dalam serangan itu," ujar Kirby dalam pernyataannya seperti dikutip dari
Reuters.Serangan itu pertama kali dilaporkan secara rinci awal bulan ini oleh The New York Times. Serangan terjadi di dekat kota Baghuz, di Suriah timur dekat perbatasan Irak.
Menurut laporannya, seorang pejabat hukum militer telah menandai serangan itu sebagai kemungkinan kejahatan perang yang memerlukan penyelidikan, tetapi militer melakukan beberapa langkah untuk menyembunyikan serangan itu dan meremehkan jumlah korban tewas.
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: