Menhan AS Perintahkan Peninjauan Baru Terkait Serangan Udara 2019 yang Tewaskan Warga Sipil di Suriah

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/reni-erina-1'>RENI ERINA</a>
LAPORAN: RENI ERINA
  • Selasa, 30 November 2021, 07:29 WIB
Menhan AS  Perintahkan Peninjauan Baru Terkait  Serangan Udara 2019  yang Tewaskan Warga Sipil di Suriah
Menteri Pertahanan Lloyd Austin/Net
rmol news logo Amerika Serikat akan melakukan peninjauan terkait serangan udara AS di Suriah yang menewaskan puluhan wanita dan anak-anak pada Maret 2019. Peninjauan itu untuk melihat sejauh mana peristiwa itu terjadi, berapa banyak korban sipil sesungguhnya dan apakah serangan itu melanggar hukum perang.

Sekretaris pers Pentagon John Kirby mengatakan pada Senin (29/11) bahwa Menteri Pertahanan Lloyd Austin telah memerintahkan peninjauan tersebut dan menunjuk Komandan Pasukan Angkatan Darat AS, Jenderal Michael Garrett untuk melaksanakan tugas itu.

"Garrett akan memiliki waktu 90 hari untuk menyelesaikan penyelidikannya, mencakup penentuan apakah langkah-langkah pertanggungjawaban harus diambil terhadap mereka yang terlibat dalam serangan itu," ujar Kirby dalam pernyataannya seperti dikutip dari Reuters.

Serangan itu pertama kali dilaporkan secara rinci awal bulan ini oleh The New York Times. Serangan terjadi di dekat kota Baghuz, di Suriah timur dekat perbatasan Irak.

Menurut laporannya, seorang pejabat hukum militer telah menandai serangan itu sebagai kemungkinan kejahatan perang yang memerlukan penyelidikan, tetapi militer melakukan beberapa langkah untuk menyembunyikan serangan itu dan meremehkan jumlah korban tewas. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA