Ahli: Varian Baru Tidak Akan Memberikan Dampak Besar pada China, Jika Kita Bisa Atasi Delta, Kita Juga Bisa Atasi Omicron

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/reni-erina-1'>RENI ERINA</a>
LAPORAN: RENI ERINA
  • Selasa, 30 November 2021, 05:58 WIB
Ahli: Varian Baru Tidak Akan Memberikan Dampak Besar pada China, Jika Kita Bisa Atasi Delta, Kita Juga Bisa Atasi  Omicron
Pasar Xinfadi, Beijing, yang sempat ditutup di awal pandemi/Net
rmol news logo Di saat sebagian negara di dunia merasa was-was dengan kemunculan Covid-19 varian Omicron, seorang ahli epidemiologi China mengatakan bahwa masyarakat, khususnya di China, tidak perlu ikut merasa khawatir pada varian yang pertama kali terdeteksi di Afrika Selatan itu.

Menurutnya, varian Omicron dari virus corona tidak akan memberikan dampak besar pada China saat ini.

“Respons cepat China dan kebijakan ‘nol kasus’ yang dinamis, memberinya kemampuan untuk mengatasi setiap varian virus corona,” ujar Zhang Wenhong, spesialis penyakit menular China yang juga merupakan kepala tim medis Covid-19 Shanghai, seperti dikutip dari Global Times, Senin (29/11).

Dia mencatat bahwa saat ini China sedang membangun dasar ilmiah yang diperlukan untuk menopang dukungan dalam  memerangi virus corona. Selain itu, pemerintah telah memastikan ketersediaan vaksin dan obat-obatan untuk memungkinkan pembukaan perbatasan.

“Jika kita bisa mengatasi varian Delta, kita juga bisa mengatasi Omicron,” kata Zhang.

Dia juga mengatakan bahwa seandainya apa yang terjadi di Afrika Selatan juga terjadi di Israel, yang tingkat vaksinasinya tinggi, dunia bisa saja mengalami perang yang sulit menghadapi Covid-19.

“Jika situasi (di Afrika Selatan) terjadi di Israel (di mana lebih dari 80 persen divaksinasi), maka tidak diragukan lagi, kita akan mengatakan bahwa dunia menghadapi putaran lain dari pertarungan Covid-19 yang sulit,” kata Zhang.

Hingga saat ini tingkat vaksinasi di Afrika Selatan tercatat sangat rendah, dengan hanya 24 persen individu yang sudah divaksinasi lengkap.

Ia juga mengingatkan bahwa jika varian baru dipastikan mampu mematahkan sistem kekebalan tubuh saat ini, maka para ilmuwan harus segera menyesuaikan sistem vaksin saat ini, yang berarti vaksin baru harus dikembangkan setiap tahun.

Zhang mengatakan dia dan rekan-rekannya juga sedang mempelajari varian baru ini.

Sementara Jin Dongyan, seorang profesor biomedis di Universitas Hong Kong, mengatakan bahwa sebagian besar varian virus corona tidak bertahan lama.

“Banyak varian baru tidak bertahan, dan bahkan jika bertahan, hanya sedikit yang bisa menjadi varian dominan,” kata Jin.

“Ada ratusan varian Covid-19 yang muncul sejak wabah dimulai, hanya Delta yang bertahan, mengungguli varian Beta dan Gamma, semuanya menghilang,” ujarnya, menambahkan bahwa masih menjadi tanda tanya apakah Omicron akan menjadi varian yang mendominasi, dan mengimbau masyarakat untuk tidak terlalu khawatir. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA