Berselisih dengan AS, Israel: Kesepakatan Nuklir Baru Hanya Menguntungkan Rezim Iran

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/sarah-meiliana-gunawan-1'>SARAH MEILIANA GUNAWAN</a>
LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN
  • Jumat, 26 November 2021, 15:08 WIB
Berselisih dengan AS, Israel: Kesepakatan Nuklir Baru Hanya Menguntungkan Rezim Iran
Perdana Menteri Israel Naftali Bennett/Net
rmol news logo Perselisihan antara Israel dan Amerika Serikat (AS) terkait dengan negosiasi untuk menghidupkan kesepakatan nuklir Iran semakin membesar.

Perdana Menteri Israel Naftali Bennett dengan tegas menyatakan Tel Aviv akan mempertahankan kebebasannya untuk bertindak terhadap Iran jika kesepakatan nuklir Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) dihidupkan kembali.

Pekan ini, Bennett mengancam akan menyerang fasilitas nuklir Iran, yang kemudian ditanggapi oleh Washington dengan menyebutnya sebagai "serangan kontraproduktif".

Dalam proses negosiasi, pejabat senior Israel mengatakan AS tengah mempertimbangkan untuk menawarkan keringanan sanksi terhadap Teheran dengan imbalan rollback atau pembekuan pekerjaan nuklir di Iran.

"Israel sangat prihatin bahwa AS sedang menyiapkan panggung untuk apa yang mereka sebut perjanjian 'kurang untuk lebih sedikit'. Perjanjian seperti itu akan merugikan dan hanya akan menguntungkan rezim Iran. Itu akan menjadi hadiah besar bagi rezim baru, radikal Iran," kata seorang pejabat senior Israel.

Mantan Presiden Donald Trump secara sepihak menarik AS dari JCPOA pada Mei 2018, kemudian menerapkan kembali sanksi terhadap Iran. Segera setelah itu, Teheran juga meninggalkan komitmennya. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA